Selasa, 24 April 2012

IN MEMORIAM KURT COBAIN


18 tahun sudah kurt meninggalkan jagad raya ini, dan selama 20 tahun ini karyanya masih dikenang dan tetap dikagumi hingga sekarang.


Kurt Donald Cobain, ya dialah si jenius yang pernah hidup di masa keemasan music alternative di era 90-an. Dia bersama Nirvana adalah sebuah tonggak perubahan dalam dunia musik global, music rock yang tadinya banyak dihiasi lagu-lagu cinta yang dikemas dengan sedikit keras serta dandanan centil  sedikit demi sedikit mulai berubah. Nirvana berandil memberikan peluang kepada banyak band untuk ikut dalam gerbong perubahan tersebut, yang akhirnya ini meracuni industri musik secara global.

Era alternative rock Berjaya selama kurang lebih 10 tahun, dan gaungnya masih sangat terasa hingga sekarang. Seattle Sounds adalah gerbong paling depan dalam jalur alternative, tidak bisa dipungkiri gerombolan musisi dari Seattle sebagai sebuah kota yang menjelma menjadi semacam sebuah Community yang melahirkan banyak sekali band-band yang pada akhirnya di sahkan secara global sebagai Grunge.


Ok, selesai lah kita bicara tentang apa itu Grunge, Nirvana, atau pun juga Seattle Sounds, literasi atau tulisan tentang itu banyak berserakan di dunia nyata dan juga dunia maya, bisa dibaca kapan saja. Sekarang mari kita sedikit berbicara tentang seorang sosok unik di balik gelombang besar revolusi music 90-an, ya dia adalah Kurt Cobain.

Seorang yang berangkat dari kota kecil di pinggiran Washington – USA menjelma menjadi seorang legenda musik dunia yang disejajarkan dengan legenda musik dunia lainnya. Cukup mengherankan bukan, seorang anak muda yang hanya mengeluarkan 4 buah album resmi, ratusan footage dan single dapat bersanding dengan musisi hebat lainnya semacam Jimi Hendrix, Jim Morison dan bahkan John Lennon.


Bila bukan karena kematian kontroversialnya, apalagi yang bisa membuat dia dapat bersanding sejajar dalam panggung legenda musisi wahid dunia, tidak lain dan tidak bukan karena karyanya yang mutakhir dan racikan musiknya yang sangat keren. Ya karya, inilah satu-satunya yang membuat Kurt harum hingga sekarang, bukan aksi panggungnya yang sering menghancurkan instrument, bukan pula kehidupannya yang penuh lika liku, atau bahkan kematian sensasional yang teorinya masih terus saja dikutak katik hingga sekarang.

Kurt Cobain sangat lihai meracik komposisi yang disuguhkan bersama rekan-rekan di Nirvana yang tanpa diduga musiknya menjadi semacam bom atom yang tersimpan lama di kubangan lumpur di belahan Seattle sana. Sekali meledak, imbasnya jauh kemana-mana, bahkan sampai ke Citeureup sebuah wilayah kecil di pinggiran kota Bogor Indonesia.

Karya unik nan ciamik  yang lahir dari sosok seorang Kurt Cobain ternyata tidak hadir begitu saja. Proses karyanya cukup panjang, dari hanya seringnya dia mendengarkan lagu-lagu yang diputar di tape mobil ayahnya hingga menjadi seorang crew dari band The Melvins. Lagu yang didengarkan sangat beragam jenisnya, rock n roll, heavy metal, punk rock sampai pop mendayu, dia hajar semua sebagai proses ke tahap penciptaan karyanya kelak.


Simak “Smells Like Teen Spirit” dan “Drain You”, menurut saya banyak musisi yang terhenyak…”sial..kenapa sih gak kepikiran bikin rif yang beginian” atau “ Sialan nih si Kurt, bikin musik simple tapi catchy gini sih” yah mungkin itulah pemikiran yang barangkali  ada diantara rekan sesama musisi disana. Bagaimana tidak band anak bawang yang tadinya hanya sebuah band kecil tak mempunyai pengalaman malah menjadi band paling kesohor di seantero jagad raya, bahkan disinyalir banyak musisi dari Seattle sana yang cemburu, padahal apa yang mau dicemburui ya, lha wong karyanya keren, ya sudah barang tentu jadi kesohor, nah lho hehehee.


Tidak dipungkiri banyak juga yang mencoba rumus ala Kurt dalam proses penciptaanya, tapi ya kalo bukan disebut nirvanais ya rumusnya malah gagal berantakan, atau bahkan tidak enak sama sekali. Nirvana dan Kurt adalah sebuah bentuk original yang sangat unik, tidak bisa ditandingi kalo mau bikin yang lain kayak Korn gitu atau Limb Bizkit gitu hehehe.

Nirvana atau Grunge bukanlah sebuah roots seperti layaknya Jazz atau Rock n Roll, dia berdiri sendiri sebagai sebuah subgenre yang lahir dari genre besar tersebut. Karena hal itulah tidak sedikit band atau musisi yang mau bikin lagu dimirip-miripkan dengan Nirvana malah terkesan jadi memble dan butut acakadut gak bermutu, dan ya tidak menjadi apa-apa selain menjadi band yang termakan industry itu sendiri dikarenakan ingin ngetop dan berjaya layaknya Kurt dan Nirvana. Dan farahnya (pake F) musisi indi juga berebutan pake formula musik Nirvana, ya sama juga gak jadi apa-apa, kalo tidak mau disebut tidak inovatif, padahal Kurt sangat inovatif karena berhasil mengemas musik campuran dari punk hingga pop, terbukti kan.


Satu hal yang menjadi perhatian saya adalah, suara khas Kurt Cobain. Ya Kurt mempunyai suara yang sangat bagus, ngepop merdu dan serak-serak gimana gitu, bikin gemes deh. Suaranya yang khas ini menjadi sebuah kesan tersendiri yang tidak bisa disamakan dengan band-band alternative lainnya. Sebut saja Eddie Vedder dari Pearl Jam, mempunyai suara yang mengambil teknik vibrato yang sudah umum, contoh populernya ya itu kan mirip-mirip suaranya Jim Morisson. 


Nah berikutnya band-band lainnya mencoba hal yang sama dengan pola vokalisasi di area yang sama ( baca : mengikuti pola nyanyi Jim Morisson). Stone Temple Pilots, Collective Soul, Candle Box, pake rumus Eddie Vedder, coba sebut Band mana yang pake teknik vocal Kurt Cobain yang cukup ngetop, nyaris tidak ada kan kan ? mungkin Silver Chair yang cukup berhasil tapi kalo diperhatikan sih malah Daniel Johns pake dua teknik Eddie dan Kurt jadi ya cukup inovatif juga, nah Silver Chair sukses akhirnya dalam teori inovatif tersebut.

So, jadi menurut pemahaman pribadi saya Kurt adalah manusia unik yang mempunyai itikad yang dipacu dengan semangat dan cita rasa seni yang tinggi, hingga akhirnya menghasilkan musik yang sensasional. Dia bukan Dewa atau Tuhan, dia tetaplah manusia biasa seperti kita semua, hanya energi dan semangatnya untuk menciptakan karya inovatif yang membuatnya berbeda, disini bisa dikatakan dia adalah orang yang serius memikirkan musiknya.

Baju lecek, menghancurkan gitar dan bahkan cerita penggunaan heroin tidak lebih semacam bumbu penyedap masakan yang dihidangkan Kurt dan Nirvana, selebihnya adalah karya yang bermutu, unik, ajib, ciamik, asoy, dan lain sebagainya yang mengantarkan Kurt dan Nirvana ke posisi tinggi musik dunia hingga sekarang ini.


Kurt Cobain mengakhiri hidupnya pada tanggal 5 April 1994, akhir yang ironis dan tentu saja sebuah cerita maha sedap yang terus menggelayut tak bertepi hingga saat ini. Ratusan teori yang dihidangkan tentang kontroversi kematiannya masih hangat hingga sekarang. Bagi kita yang hidup di belahan dunia yang lain dari tempat hidup Kurt Cobain di Amerika sana, lebih bijak kiranya kita mengenang Kurt sebagai manusia biasa dengan karya yang luar biasa yang mungkin bisa kita serap intisari dari proses berkarya yang pernah dia lakukan. Satu hal yang menjadikan Kurt berbeda adalah karya-nya yang unik, dan itu bukan dibuat secara kebetulan, ada proses, niat dan kerja keras disana.

Come As you areAs you wereAs I want you to be As a friend …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar