18 tahun sudah kurt meninggalkan jagad raya ini, dan selama
20 tahun ini karyanya masih dikenang dan tetap dikagumi hingga sekarang.
Kurt Donald Cobain, ya dialah si jenius yang pernah hidup di
masa keemasan music alternative di era 90-an. Dia bersama Nirvana adalah sebuah
tonggak perubahan dalam dunia musik global, music rock yang tadinya banyak
dihiasi lagu-lagu cinta yang dikemas dengan sedikit keras serta dandanan centil sedikit demi sedikit mulai berubah.
Nirvana berandil memberikan peluang kepada banyak band untuk ikut dalam gerbong
perubahan tersebut, yang akhirnya ini meracuni industri musik secara
global.
Era alternative rock Berjaya selama kurang lebih 10 tahun,
dan gaungnya masih sangat terasa hingga sekarang. Seattle Sounds adalah gerbong
paling depan dalam jalur alternative, tidak bisa dipungkiri gerombolan musisi
dari Seattle sebagai sebuah kota yang menjelma menjadi semacam sebuah Community
yang melahirkan banyak sekali band-band yang pada akhirnya di sahkan secara
global sebagai Grunge.
Ok, selesai lah kita bicara tentang apa itu Grunge, Nirvana,
atau pun juga Seattle Sounds, literasi atau tulisan tentang itu banyak
berserakan di dunia nyata dan juga dunia maya, bisa dibaca kapan saja. Sekarang
mari kita sedikit berbicara tentang seorang sosok unik di balik gelombang besar
revolusi music 90-an, ya dia adalah Kurt Cobain.
Seorang yang berangkat dari kota kecil di pinggiran
Washington – USA menjelma menjadi seorang legenda musik dunia yang disejajarkan dengan
legenda musik dunia lainnya. Cukup mengherankan bukan, seorang anak muda yang
hanya mengeluarkan 4 buah album resmi, ratusan footage dan single dapat
bersanding dengan musisi hebat lainnya semacam Jimi Hendrix, Jim Morison dan
bahkan John Lennon.
Bila bukan karena kematian kontroversialnya, apalagi yang
bisa membuat dia dapat bersanding sejajar dalam panggung legenda musisi wahid
dunia, tidak lain dan tidak bukan karena karyanya yang mutakhir dan racikan
musiknya yang sangat keren. Ya karya, inilah satu-satunya yang membuat Kurt
harum hingga sekarang, bukan aksi panggungnya yang sering menghancurkan
instrument, bukan pula kehidupannya yang penuh lika liku, atau bahkan kematian
sensasional yang teorinya masih terus saja dikutak katik hingga sekarang.
Kurt Cobain sangat lihai meracik komposisi yang disuguhkan
bersama rekan-rekan di Nirvana yang tanpa diduga musiknya menjadi semacam bom
atom yang tersimpan lama di kubangan lumpur di belahan Seattle sana. Sekali
meledak, imbasnya jauh kemana-mana, bahkan sampai ke Citeureup sebuah wilayah
kecil di pinggiran kota Bogor Indonesia.
Karya unik nan ciamik yang lahir dari sosok seorang Kurt Cobain
ternyata tidak hadir begitu saja. Proses karyanya cukup panjang, dari hanya
seringnya dia mendengarkan lagu-lagu yang diputar di tape mobil ayahnya hingga
menjadi seorang crew dari band The Melvins. Lagu yang didengarkan sangat
beragam jenisnya, rock n roll, heavy metal, punk rock sampai pop mendayu, dia
hajar semua sebagai proses ke tahap penciptaan karyanya kelak.
Simak “Smells Like Teen Spirit” dan “Drain You”, menurut
saya banyak musisi yang terhenyak…”sial..kenapa sih gak kepikiran bikin rif
yang beginian” atau “ Sialan nih si Kurt, bikin musik simple tapi catchy gini
sih” yah mungkin itulah pemikiran yang barangkali ada diantara rekan sesama musisi disana.
Bagaimana tidak band anak bawang yang tadinya hanya sebuah band kecil tak
mempunyai pengalaman malah menjadi band paling kesohor di seantero jagad raya,
bahkan disinyalir banyak musisi dari Seattle sana yang cemburu, padahal apa
yang mau dicemburui ya, lha wong karyanya keren, ya sudah barang tentu jadi
kesohor, nah lho hehehee.
Tidak dipungkiri banyak juga yang mencoba rumus ala Kurt
dalam proses penciptaanya, tapi ya kalo bukan disebut nirvanais ya rumusnya
malah gagal berantakan, atau bahkan tidak enak sama sekali. Nirvana dan Kurt
adalah sebuah bentuk original yang sangat unik, tidak bisa ditandingi kalo mau
bikin yang lain kayak Korn gitu atau Limb Bizkit gitu hehehe.
Nirvana atau Grunge bukanlah sebuah roots seperti layaknya
Jazz atau Rock n Roll, dia berdiri sendiri sebagai sebuah subgenre yang lahir
dari genre besar tersebut. Karena hal itulah tidak sedikit band atau musisi
yang mau bikin lagu dimirip-miripkan dengan Nirvana malah terkesan jadi memble
dan butut acakadut gak bermutu, dan ya tidak menjadi apa-apa selain menjadi
band yang termakan industry itu sendiri dikarenakan ingin ngetop dan berjaya
layaknya Kurt dan Nirvana. Dan farahnya (pake F) musisi indi juga berebutan
pake formula musik Nirvana, ya sama juga gak jadi apa-apa, kalo tidak mau
disebut tidak inovatif, padahal Kurt sangat inovatif karena berhasil mengemas
musik campuran dari punk hingga pop, terbukti kan.
Satu hal yang menjadi perhatian saya adalah, suara khas Kurt
Cobain. Ya Kurt mempunyai suara yang sangat bagus, ngepop merdu dan serak-serak
gimana gitu, bikin gemes deh. Suaranya yang khas ini menjadi sebuah kesan
tersendiri yang tidak bisa disamakan dengan band-band alternative lainnya.
Sebut saja Eddie Vedder dari Pearl Jam, mempunyai suara yang mengambil teknik
vibrato yang sudah umum, contoh populernya ya itu kan mirip-mirip suaranya Jim
Morisson.
Nah berikutnya band-band lainnya mencoba hal yang sama dengan pola
vokalisasi di area yang sama ( baca : mengikuti pola nyanyi Jim Morisson). Stone
Temple Pilots, Collective Soul, Candle Box, pake rumus Eddie Vedder, coba sebut
Band mana yang pake teknik vocal Kurt Cobain yang cukup ngetop, nyaris tidak
ada kan kan ? mungkin Silver Chair yang cukup berhasil tapi kalo diperhatikan
sih malah Daniel Johns pake dua teknik Eddie dan Kurt jadi ya cukup inovatif
juga, nah Silver Chair sukses akhirnya dalam teori inovatif tersebut.
So, jadi menurut pemahaman pribadi saya Kurt adalah manusia
unik yang mempunyai itikad yang dipacu dengan semangat dan cita rasa seni yang
tinggi, hingga akhirnya menghasilkan musik yang sensasional. Dia bukan Dewa atau
Tuhan, dia tetaplah manusia biasa seperti kita semua, hanya energi dan
semangatnya untuk menciptakan karya inovatif yang membuatnya berbeda, disini
bisa dikatakan dia adalah orang yang serius memikirkan musiknya.
Baju lecek, menghancurkan gitar dan bahkan cerita penggunaan
heroin tidak lebih semacam bumbu penyedap masakan yang dihidangkan Kurt dan
Nirvana, selebihnya adalah karya yang bermutu, unik, ajib, ciamik, asoy, dan
lain sebagainya yang mengantarkan Kurt dan Nirvana ke posisi tinggi musik dunia
hingga sekarang ini.
Kurt Cobain mengakhiri hidupnya pada tanggal 5 April 1994,
akhir yang ironis dan tentu saja sebuah cerita maha sedap yang terus
menggelayut tak bertepi hingga saat ini. Ratusan teori yang dihidangkan tentang
kontroversi kematiannya masih hangat hingga sekarang. Bagi kita yang hidup di
belahan dunia yang lain dari tempat hidup Kurt Cobain di Amerika sana, lebih
bijak kiranya kita mengenang Kurt sebagai manusia biasa dengan karya yang luar
biasa yang mungkin bisa kita serap intisari dari proses berkarya yang pernah
dia lakukan. Satu hal yang menjadikan Kurt berbeda adalah karya-nya yang unik,
dan itu bukan dibuat secara kebetulan, ada proses, niat dan kerja keras disana.
Come As you are…As you were…As I want you to be …As a friend …







